Stabilitas Harga Jadi Perhatian, Babinsa Simeulue Tengah Bangun Komunikasi dengan Pedagang

oleh
oleh

SIMEULUE – Serda Mardin Rusidi, Babinsa Koramil 02/Simeulue Tengah, Kodim 0115/Sml, Korem 012/Tu, melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama pedagang sembako di Desa Kampung Air, Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue, Sabtu (22/08/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui situasi dan kondisi keamanan di sekitar wilayah sekaligus memantau stabilitas harga kebutuhan pokok. Dalam kegiatan itu, Babinsa berinteraksi langsung dengan para pedagang dan pembeli guna mengetahui perkembangan harga serta kondisi aktivitas jual beli di pasar dan kios masyarakat.

Serda Mardin Rusidi menjelaskan, monitoring atau pengecekan secara langsung merupakan salah satu bentuk kepedulian dan peran personel TNI AD dalam mengayomi masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas warga juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi serta menyerap berbagai informasi yang berkembang di lingkungan masyarakat.

“Dengan turun ke pasar tersebut, tentunya dapat membuka komunikasi kita dengan pedagang serta pembeli, baik itu soal harga hingga kenyamanan saat belanja di pasar,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga mengimbau para pedagang agar tidak menaikkan harga secara drastis apabila terjadi gejolak atau lonjakan harga. Menurutnya, meskipun terdapat beberapa bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, kondisi tersebut masih dalam tahapan normal.

“Di dalam berinteraksi dengan para pedagang dan pembeli yang ada di pasar tradisional maupun kios, kami menyarankan kepada pedagang supaya tidak menaikkan harga secara drastis jika terjadi gejolak atau lonjakan harga, meski ada beberapa bahan sembako yang naik, itu masih dalam tahapan normal,” imbuhnya.

Sejumlah kebutuhan masyarakat seperti cabai, bawang merah, daging sapi, minyak goreng, beras, serta bahan pokok lainnya menjadi bagian dari perhatian dalam pemantauan tersebut. Selain memantau perkembangan harga, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi Babinsa untuk mendengar aspirasi pedagang dan masyarakat terkait kondisi kebutuhan pokok di wilayah.

“Monitoring di pasar juga sebagai upaya untuk menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat, terutama terkait harga-harga bahan pokok,” pungkasnya.(0115).