Persoalan tumpukan sampah menahun di wilayah Jawa Barat kini mulai mendapatkan solusi konkret melalui keterlibatan TNI AD. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa pihaknya siap membantu pengolahan sampah lama menggunakan mesin pirolisis canggih. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri peresmian pembangunan fasilitas pengolahan sampah di Ciketing, Bantargebang.
Kasad menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah menangani sampah yang sudah lama tertimbun dan sulit dipisahkan secara manual. Teknologi pirolisis dianggap paling tepat karena mampu mengonversi limbah rumah tangga menjadi minyak jenis solar yang berguna bagi masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mengurangi dampak buruk pencemaran lingkungan akibat tumpukan limbah.
Fasilitas yang direncanakan tersebut akan berdiri di atas lahan seluas lima hektare dengan target pengolahan ribuan ton sampah per hari. Tahapan awal berupa pre-treatment sangat krusial untuk memisahkan material organik dan anorganik sebelum masuk ke ruang bakar. Proses ini melibatkan koordinasi teknis yang intensif antara berbagai instansi terkait.
Selain di Bekasi, lokasi lain seperti Galuga di Bogor juga masuk dalam daftar prioritas pengembangan fasilitas serupa. Dengan dukungan penuh dari jajaran pemerintah pusat dan daerah, TNI AD berharap proyek ini menjadi model pengelolaan sampah modern. Transformasi dari limbah menjadi sumber daya ini merupakan wujud pengabdian TNI dalam aspek ketahanan lingkungan.
