Inovasi Ecobrick Mahasiswa Unwar di Desa Tusan Mendapat Dukungan Penuh dari Babinsa

oleh

Sebuah langkah kreatif ditunjukkan oleh mahasiswa KKN-PMM Universitas Warmadewa dalam mengatasi masalah limbah anorganik di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan. Mereka menyulap tumpukan botol plastik bekas menjadi plang identitas desa yang artistik melalui metode ecobrick. Proyek ini pun mendapat atensi dan pengawalan khusus dari Babinsa Koramil 1610-02/Banjarangkan pada Jumat pagi.

Serka Dewa Putu Carma Mudita selaku Babinsa setempat menjelaskan bahwa pembuatan plang nama ini adalah salah satu agenda utama mahasiswa selama masa pengabdian. Kehadirannya di lapangan bertujuan untuk memberikan motivasi sekaligus memastikan pengerjaan berjalan lancar tanpa kendala. Menurutnya, pemanfaatan limbah menjadi barang berguna adalah terobosan yang sangat relevan dengan kebutuhan desa saat ini.

Plang bertuliskan “DESA TUSAN” tersebut kini berdiri tegak sebagai hasil dari kerja keras mahasiswa dalam mengolah sampah plastik. Metode ecobrick yang digunakan membuktikan bahwa barang yang dianggap tidak berharga bisa diubah menjadi infrastruktur desa yang fungsional. Hal ini merupakan jawaban atas tantangan pengelolaan sampah plastik yang kerap menjadi masalah di lingkungan pedesaan.

Sebagai penutup kegiatan, Serka Dewa Putu mengucapkan terima kasih kepada tim KKN Universitas Warmadewa atas kontribusi mereka. Ia berharap masyarakat Desa Tusan terinspirasi untuk terus mengembangkan kreativitas serupa dengan memanfaatkan barang bekas di lingkungan sekitar. Dengan adanya simbol ini, Desa Tusan diharapkan semakin dikenal sebagai wilayah yang peduli terhadap kelestarian alam.