Sejumlah perwira dari Dikreg Sesko TNI LVI turun ke lapangan untuk memberikan penyuluhan mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan di Desa Hanjak Maju pada Senin, 2 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk merangkul masyarakat dalam menjaga ekosistem hutan dari ancaman api yang sering terjadi di musim kemarau.
Di Kantor Desa Hanjak Maju, para personel menjelaskan regulasi pemerintah yang melarang pembukaan lahan dengan cara dibakar. Selain itu, dipaparkan pula pentingnya sinergitas antara pemerintah tingkat desa dengan aparat dalam memantau wilayah-wilayah rawan api secara berkala.
Tim juga memberikan perhatian khusus pada aspek kesehatan dengan menyambangi Posyandu untuk memberikan edukasi tentang penggunaan masker dan menjaga sanitasi lingkungan. Para ibu diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi keluarga dari dampak buruk kabut asap yang dapat memicu penyakit pernapasan.
Pada sesi terakhir di Posko Mandiri, dilakukan dialog terbuka mengenai penguatan sistem pemantauan mandiri oleh warga lokal. Kolonel Arh Sutrisno menegaskan bahwa kolaborasi aktif adalah kunci utama agar bencana Karhutla tidak terulang kembali di masa mendatang.
