Tim Penyuluh dari Markas Besar TNI menyelenggarakan program edukasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Kodim 1011/Kuala Kapuas guna meningkatkan kewaspadaan publik. Acara yang dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Mantangai ini dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari aparat desa hingga perwakilan perusahaan swasta seperti PT Asmin dan PT KLM. Langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini terhadap titik panas yang sering muncul di wilayah tersebut.
Brigjen TNI Tornado, S.Sos., M.M., selaku ketua tim, memberikan arahan langsung mengenai pentingnya kolaborasi antara warga dan petugas keamanan. Menurutnya, pemadaman api saat sudah membesar jauh lebih sulit dan berbiaya mahal dibandingkan melakukan upaya preventif. Oleh karena itu, keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lahan masing-masing menjadi prioritas utama dalam agenda kerja sama nasional ini.
Penyuluhan ini juga melibatkan para Danramil, Wakapolsek, serta camat setempat untuk memastikan instruksi presiden tersampaikan hingga ke level akar rumput. Selain memberikan teori pencegahan, tim juga mendiskusikan teknis pelaporan cepat jika ditemukan titik api di area terpencil. Hal ini dimaksudkan agar respon penanganan dapat dilakukan secara instan sebelum kebakaran meluas ke area gambut yang sulit dipadamkan.
Harapannya, melalui kegiatan ini, tercipta ekosistem pencegahan Karhutla yang berkelanjutan dan terpadu di Kabupaten Kapuas. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, risiko gangguan kesehatan dan kerusakan ekosistem akibat asap dapat ditekan seminimal mungkin. Komitmen bersama ini menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan hidup dan aktivitas sosial ekonomi warga Kalimantan Tengah.
