Suasana di Kabupaten Sidrap mendadak riuh saat ratusan parasut menghiasi cakrawala dalam sebuah sesi latihan lintas udara pada tengah pekan ini. Personel dari Brigade Infanteri 3 Kostrad melakukan manuver udara sebelum akhirnya mendarat dengan mulus di hamparan lahan Kanyuara. Kegiatan ini bukan sekadar latihan rutin, melainkan bukti nyata kesiapan fisik dan mental prajurit dalam menjaga kedaulatan negara di berbagai kondisi.
Begitu menyentuh tanah, para penerjun tersebut langsung disambut dengan jabat tangan erat oleh Letkol Inf. Andi Zulhakim Asdar selaku Dandim setempat dan AKBP Indra Waspada Yuda selaku Kapolres Sidrap. Kehadiran Bupati Syaharuddin Alrif di tengah-tengah mereka semakin mempertegas bahwa koordinasi lintas sektor di wilayah ini berjalan sangat harmonis. Momen pendaratan tersebut berubah menjadi simbol solidaritas antara TNI, Polri, dan unsur pimpinan daerah.
Latihan teknis ini mencakup penguasaan navigasi menuju landing point serta ketepatan waktu dalam melakukan exit dari pesawat militer. Disiplin tinggi menjadi kunci utama karena kesalahan kecil dalam membaca arah angin dapat berakibat fatal pada lokasi pendaratan. Pihak Kostrad memilih Kanyuara sebagai lokasi latihan karena area ini dianggap sangat representatif dan mendapat dukungan luas dari masyarakat setempat yang menyambut baik kehadiran militer.
Tidak hanya soal tempur, acara ini juga menonjolkan aspek kemanusiaan melalui bantuan sosial bagi warga kurang mampu di lokasi sekitar latihan. Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Wulan Nur Yudhanto memuji kemandirian pangan Sidrap yang mampu menghasilkan panen melimpah meskipun daerah lain terdampak fenomena El Nino. Hal ini menunjukkan bahwa sinergi di lapangan dapat mencakup berbagai dimensi, mulai dari keamanan hingga kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.
