Jembatan Pongpet yang terletak di Kecamatan Cijulang kini memasuki tahap perencanaan pembangunan ulang secara masif. Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa pihaknya tengah mencari opsi konstruksi terbaik guna memastikan jembatan tersebut kokoh digunakan dalam jangka panjang. Evaluasi mendalam dilakukan bersama tim teknis untuk memetakan kebutuhan material dan desain yang lebih aman bagi pejalan kaki.
Kasad menyoroti bahwa merenovasi jembatan yang rusak jauh lebih kompleks daripada membangun baru, sehingga pembongkaran total menjadi solusi yang diambil. Proyek ini diprediksi selesai dalam kurun waktu 60 hari dengan skema kerja lembur yang intensif. Pihak TNI AD berupaya agar musibah yang sempat terjadi dapat menjadi pelajaran berharga untuk menghasilkan karya yang lebih sempurna.
Pemerintah setempat dan warga menyambut baik rencana perbaikan akses vital ini, mengingat peran strategis jembatan tersebut bagi ekonomi lokal. Sebagai tambahan fasilitas, TNI AD juga akan membangun empat unit sumur bor baru sebagai solusi krisis air di wilayah tersebut. Integrasi pembangunan infrastruktur dan sarana air bersih ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Cijulang.
Secara nasional, program jembatan perintis dan sumur bor terus digenjot oleh TNI AD sesuai arahan Presiden. Hingga akhir tahun ini, ditargetkan ribuan titik jembatan dan sumber air bersih dapat diselesaikan di berbagai wilayah Indonesia. Kasad menegaskan bahwa transparansi data dan dokumentasi setiap proyek tersedia secara lengkap sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada negara.
