Guna mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan dasar, Serka Anwar yang menjabat sebagai Babinsa Koramil 02/Tellu Limpoe melakukan inspeksi mendadak di Pasar Amparita, Sidrap, pada pertengahan September 2026. Kehadiran personel TNI ini diharapkan mampu memberikan rasa aman baik bagi pedagang maupun pembeli. Fokus utama dari monitoring ini adalah membandingkan harga pasar saat ini dengan standar harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Sejumlah data harga berhasil dihimpun, di mana beras kepala dijual seharga Rp13.000 per kilogram dan beras biasa tetap di angka Rp11.500 per kilogram. Untuk komoditas daging, ayam kampung masih menjadi yang termahal di kelasnya dengan harga Rp65.000 per ekor. Sementara itu, varian ikan seperti layang dijual dengan paket 3 ekor seharga Rp25.000 dan cakalang dihargai Rp21.000 per ekor.
Produk olahan seperti telur bebek asin dijual Rp75.000 per rak, menjadi salah satu item dengan harga tertinggi di kategori telur. Untuk kebutuhan memasak, minyak goreng Bimoli tercatat seharga Rp21.000 per liter dan minyak curah ukuran 1,5 liter dijual Rp30.000 per botol. Bahan pelengkap lainnya seperti tomat tetap murah di harga Rp7.500 per kilogram, sedangkan gula pasir mencapai Rp17.000 per kilogram.
Kegiatan rutin ini mempertegas peran Babinsa dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah pedesaan melalui monitoring harga secara berkala. Hal ini sangat penting agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah cepat jika terjadi anomali harga di pasar lokal. Pantauan lapangan menunjukkan bahwa aktivitas jual beli di Pasar Amparita berlangsung lancar dan kondusif.
