‎Tanpa Korban Jiwa, Penanganan Cepat Karhutla di Belakang SMA Negeri 1 Alalak Berhasil Dilakukan

oleh
oleh

‎BARITO KUALA — Menunjukkan kesigapan tinggi dalam menjaga wilayah dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), personil Koramil 1005-07/Alalak bergerak cepat melakukan penanganan kebakaran yang terjadi di lahan kosong belakang SMA Negeri 1 Alalak, Jalan Hasan Basri, Rayon 02, Kelurahan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, pada Kamis (17/09).

‎Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan kekuatan dari berbagai unsur, antara lain 2 orang personil Koramil 07/Alalak, 10 orang dari BPK Palm 21, 10 orang dari BPK Iranugraha, 11 orang dari BPK Buaya Putih, 7 orang dari BPK FBK Team, 8 orang dari BPK Brigade Manggala Agni, 7 orang dari BPBD Batola, serta para relawan dan masyarakat setempat yang bahu-membahu turun ke lokasi.

‎Kebakaran tersebut melanda lahan kosong dan semak belukar dengan luas sekitar 1.000 meter persegi. Berkat kerja sama yang erat dan penanganan yang dilakukan segera, api berhasil dikuasai dan dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.

‎Dalam kesempatan tersebut, Pasi Ops Kodim 1005/Barito Kuala Kapten Inf Sugiyanto menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa kecepatan bertindak dan kebersamaan adalah kunci utama dalam menekan dampak Karhutla. “Kami sangat mengapresiasi kesigapan seluruh unsur yang terlibat. Kejadian ini mengingatkan kita bahwa Karhutla dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga kesiapsiagaan harus selalu dijaga. Luas lahan yang terbakar relatif terbatas karena segera ditindaklanjuti — ini membuktikan bahwa semakin cepat kita merespons, semakin kecil kerugian yang ditimbulkan,” ujarnya.

‎Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara aparat, instansi terkait, dan masyarakat adalah kekuatan paling andal di lapangan. “Tidak ada satu pihak pun yang mampu bekerja sendiri. Keberhasilan memadamkan api di Handil Bakti hari ini adalah kemenangan kita semua — dari Koramil, perusahaan, tim pemadam, hingga warga yang turun langsung membantu. Semangat gotong royong inilah yang harus terus dipelihara, karena itulah benteng paling kuat menjaga wilayah kita tetap aman dari ancaman api,” tegas Kapten Inf Sugiyanto.

‎Saat ini kondisi di lokasi sudah aman dan terpantau terkendali, namun tim tetap melakukan pengawasan agar tidak terjadi kebakaran kembali. Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa berhati-hati, menghindari pembakaran lahan, dan segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar dapat segera ditangani.