
Seruyan, Kalteng – Pada hari Kamis, 5 November 2026, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, S.E., M.Si., mendampingi Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melakukan inspeksi di Pos Lapangan evakuasi Helikopter MI-17V5 yang terdaftar dengan nomor HA-5235. Helikopter itu mengalami kecelakaan saat menjalankan peran dalam penanggulangan Karhutla di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Kecelakaan tersebut terjadi saat helikopter berusaha mengambil air di sungai dekat Desa Pematang Limau/Sungai Perlu, yang menjadi bagian dari misi water bombing untuk memadamkan api di Taman Nasional Tanjung Puting. Dalam kunjungan ini, Pangdam beserta rombongan mengecek langsung kondisi Poslap dan proses pencarian kru yang masih hilang.
Arahannya kepada tim adalah agar pelaksanaan evakuasi dilakukan dengan ringkas dan aman, di mana salah satu cara yang dianjurkan adalah penggunaan tongkang untuk menarik badan helikopter ke tepi pantai. Hal ini dimaksudkan supaya pengangkatan lebih efisien dan minim risiko.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolda Kalimantan Tengah serta berbagai perwakilan dari instansi TNI-Polri, BNPB, Basarnas, dan lainnya. Tim gabungan hingga saat ini masih berupaya untuk melakukan pencarian dan pengangkatan helikopter secara keseluruhan.
