ACEH BARAT – Dalam rangka menjaga dan melestarikan tradisi budaya lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, Babinsa Koramil 09/Samatiga, Serda Zulkifli, turut serta dalam acara Kenduri Blang (turun sawah) yang digelar di Desa Deuah, Kecamatan Samatiga. Sabtu (14/06/2025)
Acara ini merupakan momen penting bagi masyarakat setempat sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan harapan akan hasil panen yang berlimpah di musim tanam mendatang.
Kenduri Blang adalah salah satu tradisi sakral yang telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Aceh. Dalam tradisi ini, para petani dan warga desa berkumpul untuk melaksanakan doa bersama sebelum turun ke sawah, memohon perlindungan dan keberkahan bagi hasil pertanian mereka. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antara warga, sekaligus membangkitkan semangat gotong royong yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
Dalam sambutannya, Serda Zulkifli menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas antusiasme masyarakat Desa Deuah dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan adat istiadat mereka. “Tradisi Kenduri Blang bukan sekadar ritual turun-temurun, tetapi juga wujud penghormatan kepada alam serta upaya menjaga keharmonisan antara manusia dan lingkungan. Kehadiran kami sebagai Babinsa adalah untuk mendukung serta memastikan bahwa tradisi ini tetap hidup di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Acara ini diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Warga desa dengan khidmat mengikuti prosesi doa, memohon keselamatan dan keberkahan bagi usaha pertanian mereka. Setelah doa selesai, dilanjutkan dengan makan bersama, di mana setiap keluarga membawa hidangan khas sebagai bentuk kebersamaan dan berbagi rezeki.
Selain itu, Kenduri Blang juga menjadi kesempatan bagi para petani untuk berdiskusi mengenai teknik pertanian, kendala yang dihadapi, serta solusi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan hasil panen. Para tetua desa dan tokoh masyarakat turut memberikan wejangan serta pengalaman mereka dalam bertani, yang menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda.
Kehadiran Babinsa dalam acara Kenduri Blang menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung masyarakat, tidak hanya dalam aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam menjaga kelestarian budaya serta mendorong kesejahteraan petani. Serda Zulkifli juga menekankan pentingnya mempertahankan tradisi ini sebagai warisan budaya yang harus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.
“Kami ingin selalu berada di tengah masyarakat, mendukung mereka dalam segala bidang, termasuk pelestarian budaya. Kenduri Blang adalah bagian dari identitas masyarakat Aceh, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk mempertahankannya,” tambahnya.
