Tolitoli – Pembangunan masjid menjadi proyek fisik utama yang menandai dimulainya pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Desa Oyom, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli, pada Selasa (11/02/2026).
Dalam rangka memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, Kepala Seksi Teritorial (Kasi Ter) Korem 132/Tadulako, Kolonel Inf Ary Bayu Saputra, S.Sos, melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek masjid. Peninjauan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kodim 1305/Buol Tolitoli, pemerintah daerah setempat, serta aparat desa.
Proyek pembangunan masjid dalam program TMMD Ke-127 bertujuan untuk menyediakan fasilitas ibadah yang lebih baik dan nyaman bagi warga Desa Oyom. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan mental serta spiritual masyarakat setempat.
Dalam peninjauannya, Kolonel Inf Ary Bayu Saputra menekankan pentingnya memastikan kualitas kerja agar masjid yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan seluruh anggota Satgas TMMD untuk tetap mempertahankan semangat kerja sama dan gotong royong dalam setiap langkah pembangunan.
“Pembangunan masjid ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai upaya memperkuat kebersamaan dan meningkatkan nilai-nilai keagamaan,” ungkapnya.
Pelaksanaan pembangunan masjid ini melibatkan anggota Satgas TMMD bersinergi dengan masyarakat setempat. Antusiasme warga terlihat dari keikutsertaan mereka dalam proses pembangunan, mulai dari persiapan material hingga pengerjaan fisik bangunan. Kegiatan ini mencerminkan eratnya kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
Masyarakat Desa Oyom menyambut positif pembangunan masjid ini dan berharap kehadirannya bisa mendukung kegiatan ibadah serta menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan di desa. Selain masjid, TMMD Ke-127 juga melaksanakan berbagai proyek pembangunan lain, termasuk pengerasan jalan desa, pembangunan talud, serta program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang semuanya ditujukan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah pedesaan.
