Proyek Jembatan Aramco di Lancang Barat Masuki Tahap Kritis, TNI Hadapi Berbagai Tantangan

oleh

Aceh Utara – Proses pembangunan Jembatan Aramco di Dusun Ujung Pusung, Desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara terus berlanjut. Jembatan ini bertujuan untuk menghubungkan Dusun Ujung Pusung dengan Dusun Ulee Tutu, yang merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat setempat. Pekerjaan ini dimulai pada Senin (23/2/2026).

Di lapangan, para pekerja menghadapi kondisi yang tidak mudah. Medan yang berlumpur, ruang kerja yang terbatas, serta cuaca yang variatif menjadi tantangan tersendiri bagi para personel yang terlibat. Meskipun demikian, semangat anggota TNI terlihat jelas saat mereka menyelesaikan setiap fase pembangunan jembatan.

Pembangunan ini dipimpin oleh Kapten Arh Kevin dan melibatkan sembilan personel dari Yon Arhanud 5/CSBY. Selain itu, Kodim 0103/Aceh Utara juga ikut serta melalui satu personel Babinsa, yang hadir untuk memantau perkembangan pekerjaan serta membantu kelancaran operasional di lapangan.

Saat ini, fokus pekerjaan adalah perakitan besi behel yang akan menjadi rangka utama Jembatan Aramco, serta pembersihan lokasi proyek. Progres pembangunan masih berada di tahap awal dengan capaian sekitar 0,11 persen, tetapi pekerjaan terus dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.

Material yang diperlukan untuk pembangunan sudah tersedia di lokasi, antara lain semen sebanyak 35 zak, empat batang pipa besi bulat, lima kilogram kawat ikat, empat kilogram paku ukuran dua inci, sepuluh batang besi ukuran delapan, dua puluh batang besi ukuran dua belas, serta dua puluh unit Aramco yang akan digunakan pada tahap pemasangan berikutnya. Hingga saat ini, seluruh kegiatan pembangunan berjalan aman dan lancar, dengan harapan jembatan segera rampung dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *