Bangli – Dalam upaya menguatkan hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan wilayah, Babinsa Desa Bunutin, Sertu Komang Yetrawan, yang tergabung dalam Koramil 1626-01/Bangli, Kodim 1626/Bangli, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) serta memantau persiapan Piodalan di Pura Catur Buana, Desa Adat Guliang Kawan, yang terletak di Desa Bunutin, Kecamatan Bangli pada Rabu, 8 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas rutin pembinaan teritorial yang dijalankan oleh aparat kewilayahan untuk menjalin silaturahmi erat dengan masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah warga bertujuan untuk memberikan rasa aman serta memastikan pelaksanaan kegiatan keagamaan berlangsung dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Sertu Komang Yetrawan mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban saat pelaksanaan Piodalan. “Kami mengimbau semua masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif, sehingga Piodalan dapat dilaksanakan dengan aman dan tertib,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama saat kegiatan adat dan keagamaan yang melibatkan banyak orang. “Dengan kebersamaan serta kepedulian dari semua elemen masyarakat, kita bisa mengurangi potensi gangguan sejak awal,” tambahnya.
Respons positif juga datang dari masyarakat setempat yang menyambut baik kehadiran Babinsa dalam melakukan pemantauan dan pendampingan. Warga merasa lebih nyaman dan terbantu dalam persiapan Piodalan. “Dengan adanya Babinsa, kami merasa lebih aman dan berharap kegiatan ini berlangsung lancar tanpa kendala,” ungkap salah satu warga.
Di sisi lain, Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Arm I Gede Arya Girinatha Utama, menegaskan bahwa kegiatan Komsos serta pemantauan wilayah merupakan perwujudan nyata kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat. “Diharapkan, melalui kegiatan ini, komunikasi yang baik dapat terjalin dan situasi wilayah tetap aman serta harmonis,” ujarnya. Dandim juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam memastikan setiap kegiatan adat dan keagamaan berjalan lancar, sambil tetap menjaga kearifan lokal. “Sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat adalah kunci utama menciptakan keamanan dan ketertiban, agar setiap kegiatan adat dan keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan penuh khidmat,” pungkas Dandim.
