Tinggal Bersama Warga Selama 30 Hari, Satgas TMMD Pererat Ikatan Sosial di Desa Sasaran

oleh
oleh

HALMAHERA SELATAN – Memasuki 21 hari, personel Satgas TMMD tinggal di 7 desa dan 7 (tujuh) rumah keluarga asuh. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk mendekatkan TNI dengan rakyat, mempererat kekeluargaan, dan berbaur menjadi keluarga baru warga setempat. Mereka akan tetap tinggal selama 30 hari pelaksanaan TMMD ke-128 Kodim 1509/Labuha di Kecamatan Gane Timur.

Hal inilah yang dilakukan oleh personel Satgas TMMD ke-128 yang sedang melaksanakan Program TMMD fisik dan nonfisik di wilayah Gane Timur.

Melalui tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan lintas sektoral TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1509/Labuha siap mewujudkan pembangunan fisik infrastruktur.

Ternyata, bagi warga, mendapatkan kepercayaan menjadi orang tua asuh (angkat) merupakan suatu kebahagiaan dan kebanggaan yang tak akan terlupakan. Selain secara langsung mendapatkan rezeki, juga mendapatkan anak dan pengalaman berharga bisa mengenal lebih dekat sosok tentara. Rumah yang tadinya sunyi kini menjadi ramai dan penuh canda serta kebersamaan.

Seluruh prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas), selama menjalankan program TMMD ke-128 Kodim 1509/Labuha, tinggal dan menetap selama sebulan di wilayah tersebut. Untuk lebih dekat dengan rakyat, puluhan prajurit Satgas TMMD tinggal atau menginap di rumah-rumah milik warga.

Salah satunya di rumah Bapak Lian Habibu, warga Desa Lalubi, Kecamatan Gane Timur. Di rumah ini, dua orang personel Satgas menginap selama 30 hari. Selain menjadi orang tua asuh personel Satgas, wanita murah senyum ini juga selalu memasak untuk kebutuhan makan anggota Satgas.

“Saya sangat senang dan bahagia karena kita bisa saling mengenal dan saling menyayangi, serta saya bisa ikut memberi dukungan kepada bapak tentara yang sedang membangun kampung kami,” sebutnya.

Warga yang mendapatkan kesempatan langka tersebut merasa sangat senang. Hari-hari di rumah itu terasa istimewa karena kedatangan tamu yang dianggap sebagai keluarga baru. Selama sebulan, pemilik rumah hidup dan tinggal bersama prajurit TNI layaknya sebuah keluarga besar.

Ketika usai bekerja di lokasi TMMD, para orang tua dan anak-anak bercengkerama dengan prajurit Satgas TMMD. Bahkan saat sore tiba, prajurit yang pulang dari lokasi TMMD juga menyempatkan diri membantu memasak di dapur, berolahraga bersama, hingga malam harinya mengajari anak-anak mengaji.

Terlihat para prajurit Satgas tidak canggung membantu tuan rumah, mulai dari memasak sayur hingga menggoreng ikan, tahu, dan tempe sebagai lauk makan malam. Suasana keakraban pun tampak jelas dan penuh kekeluargaan.

Anggota Satgas tak segan membantu orang tua asuh mereka memasak, menyapu, mencuci piring, dan pekerjaan rumah lainnya secara bergantian untuk membangun hubungan erat sebagai saudara asuh serta menciptakan keharmonisan.

Warga merasa senang, bangga, dan terbantu dengan adanya Satgas TMMD yang tinggal di rumah mereka. Personel Satgas menghormati orang tua angkat layaknya orang tua sendiri, mencerminkan cinta TNI kepada rakyat. Praktik ini berlangsung selama masa pelaksanaan TMMD dan sering kali menciptakan momen kebersamaan yang berkesan bagi kedua belah pihak.(1509).