Barito Kuala – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan bersama dalam menanggulangi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kodim 1005/Barito Kuala menggelar kegiatan Latihan Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) khusus penanganan Karhutla yang dilaksanakan bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan latihan ini berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026, bertempat di lingkungan Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1005/Barito Kuala, Jalan Panglima Batur Nomor 1, Kelurahan Ulu Banteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala.
Kegiatan ini dihadiri oleh para anggota TNI dari Kodim 1005/Barito Kuala, personel BPBD Kabupaten Barito Kuala, serta unsur terkait lainnya, yang terlibat secara aktif dalam setiap tahapan latihan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi, meningkatkan keterampilan teknis, serta mempererat kerja sama antarlembaga dalam merespons dan menindaklanjuti setiap kejadian kebakaran hutan dan lahan yang sewaktu-waktu dapat mengancam wilayah Kabupaten Barito Kuala.
Latihan diawali dengan pemberian materi teknis dan penjelasan peralatan penanggulangan kebakaran dari tim BPBD kepada para anggota TNI. Dalam sesi ini, personel BPBD menjelaskan cara pengoperasian, perawatan, serta fungsi dari berbagai peralatan penting seperti selang pemadam, nosel, pompa air, dan peralatan pendukung lainnya yang digunakan dalam penanganan api di lahan maupun hutan. Para peserta terlihat sangat antusias dan memperhatikan setiap penjelasan dengan saksama, guna memahami detail teknis yang sangat krusial saat diterapkan di lapangan nantinya.
Setelah sesi pemberian materi dan penjelasan alat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung penggunaan peralatan pemadam kebakaran. Para anggota TNI berlatih cara menyambung selang, mengatur tekanan air, hingga teknik penyemprotan air yang efektif dan efisien untuk memadamkan api. Di bawah bimbingan langsung dari instruktur BPBD, setiap peserta bergantian mencoba mengoperasikan selang pemadam, merasakan tekanan air, dan berlatih mengarahkan semprotan air sesuai sasaran, guna membangun keterampilan fisik dan koordinasi tim yang baik. Terlihat dalam suasana latihan, para peserta bekerja sama secara kompak, saling membantu, dan saling mengingatkan agar prosedur keselamatan dan ketepatan teknis tetap terjaga selama proses latihan berlangsung.
Kapten Inf Sugianto, Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kodim 1005/Barito Kuala, menyampaikan bahwa kegiatan latihan ini merupakan langkah strategis dan sangat penting dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana Karhutla yang menjadi tantangan utama di wilayah Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Barito Kuala. “Wilayah Kabupaten Barito Kuala memiliki karakteristik geografis yang luas dengan banyaknya lahan gambut, hutan, dan lahan pertanian, sehingga sangat rentan terhadap ancaman kebakaran, terutama saat musim kemarau tiba. Oleh karena itu, kesiapsiagaan kita tidak boleh kendur, dan kemampuan teknis serta kerja sama antarinstansi harus terus kita asah dan tingkatkan agar saat kejadian nyata terjadi, kita dapat bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik,” ujar Kapten Inf Sugianto saat ditemui di lokasi kegiatan.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sinergitas antara TNI dan BPBD merupakan kunci utama keberhasilan dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, setiap lembaga memiliki keunggulan dan kemampuan masing-masing, sehingga jika digabungkan akan membentuk satu kekuatan yang tangguh dalam melindungi masyarakat dan lingkungan. “Kami menyadari bahwa penanganan Karhutla bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui latihan bersama ini, kita ingin memastikan bahwa baik personel TNI maupun BPBD memiliki pemahaman yang sama mengenai prosedur penanganan, cara penggunaan alat, serta pembagian tugas yang jelas di lapangan. Hal ini sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman atau hambatan saat kita harus bergerak bersama menuju lokasi kebakaran,” tambahnya.
Kapten Inf Sugianto juga menegaskan bahwa Kodim 1005/Barito Kuala berkomitmen penuh untuk mendukung setiap upaya pencegahan dan penanggulangan bencana di wilayah hukumnya. Ia menyebutkan bahwa latihan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala, baik dalam bentuk simulasi maupun pelatihan teknis, guna menjaga kesiapan personel dan memastikan peralatan yang dimiliki selalu dalam kondisi siap pakai. “Kesiapan personel dan kesiapan alat adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kami tidak hanya melatih fisik dan keterampilan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh peralatan penanggulangan kebakaran yang kita miliki terawat dengan baik dan berfungsi sempurna. Harapan kami, dengan kemampuan dan kesiapan yang kita miliki bersama, dampak kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir, bahkan jika memungkinkan dapat dicegah sejak dini melalui langkah-langkah pencegahan yang terpadu,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan dengan tertib, aman, dan penuh semangat kerja sama. Para peserta terlihat sangat serius mengikuti setiap materi dan praktik yang diberikan, menunjukkan kesadaran tinggi akan pentingnya peran mereka dalam menjaga keamanan lingkungan dan keselamatan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis semata, tetapi juga mempererat hubungan kebersamaan dan kepercayaan antara Kodim 1005/Barito Kuala dengan BPBD Kabupaten Barito Kuala, sebagai mitra utama dalam penanganan bencana.
Dengan berakhirnya kegiatan latihan ini, diharapkan seluruh peserta telah memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang lebih matang, sehingga siap diterapkan secara nyata di lapangan saat diperlukan. Sinergitas yang terjalin diharapkan dapat menjadi pondasi kuat dalam sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Barito Kuala, menjadikan wilayah ini lebih tangguh, lebih siap, dan lebih mampu menghadapi segala ancaman bencana alam, khususnya kebakaran hutan dan lahan yang menjadi perhatian utama bagi seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah ini.(1005).
