TNI-Polri Perkuat Karakter Pelajar Tapin Melalui Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Radikalisme

oleh
oleh

TAPIN – Komitmen TNI dan Polri dalam membangun karakter generasi muda terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif di lingkungan pendidikan. Salah satunya dengan memberikan pembekalan kepada peserta didik baru mengenai bahaya judi online dan paham radikalisme sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Babinsa Koramil 1010-06/Candi Laras Selatan, Pelda Iwan, bersama Bhabinkamtibmas melaksanakan sosialisasi kepada para siswa baru SMA Negeri 1 Candi Laras Selatan pada Selasa (14/7). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan karakter dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang bertujuan membekali para pelajar dengan pengetahuan tentang berbagai ancaman yang berkembang di era digital.

Dalam penyampaiannya, Pelda Iwan menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi harus disikapi secara bijaksana. Di balik kemudahan akses internet, terdapat berbagai ancaman yang dapat menjerumuskan generasi muda apabila tidak memiliki pemahaman dan pengendalian diri yang baik.

Ia menjelaskan bahwa judi online merupakan salah satu bentuk kejahatan yang kini menyasar berbagai kalangan, termasuk pelajar. Modus yang digunakan pelaku semakin beragam, mulai dari promosi melalui media sosial, permainan daring, hingga tawaran keuntungan instan yang tampak menggiurkan. Padahal, di balik itu semua terdapat risiko kerugian finansial, kecanduan, rusaknya hubungan sosial, hingga ancaman terhadap masa depan para pelajar.

Pelda Iwan mengingatkan agar para siswa tidak mudah percaya terhadap iklan maupun ajakan yang menawarkan keuntungan tanpa usaha.

Menurutnya, keberhasilan hanya dapat diraih melalui kerja keras, kedisiplinan, dan semangat belajar, bukan melalui jalan pintas yang melanggar hukum.

Selain membahas bahaya judi online, Pelda Iwan juga memberikan pemahaman mengenai ancaman paham radikalisme yang dapat memecah persatuan bangsa. Para siswa diajak memahami pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia menekankan bahwa penyebaran paham radikal saat ini banyak memanfaatkan media digital dengan berbagai cara, seperti penyebaran informasi yang menyesatkan, ujaran kebencian, maupun propaganda yang mengajak seseorang membenci kelompok lain. Karena itu, para pelajar diharapkan mampu bersikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima dan tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh materi yang disampaikan. Berbagai pertanyaan muncul dari peserta mengenai cara mengenali modus perjudian online, langkah menghadapi informasi hoaks di media sosial, hingga cara menjaga keamanan dalam menggunakan internet.

Melalui sesi diskusi tersebut, para pelajar memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang berkembang di era digital.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat sinergi antara TNI, Polri, pihak sekolah, dan masyarakat dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh.

Kepala sekolah beserta para guru menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan bekal yang sangat penting bagi peserta didik baru dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi saat ini. Edukasi semacam ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan peserta didik baru SMA Negeri 1 Candi Laras Selatan mampu menjadi generasi yang cerdas, disiplin, berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, serta mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijaksana.

Sinergi TNI-Polri bersama dunia pendidikan diharapkan terus menjadi benteng dalam mencegah berkembangnya judi online, radikalisme, dan berbagai bentuk penyimpangan sosial lainnya di kalangan generasi muda demi terwujudnya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif.(1010).