Karhutla Melanda Kabupaten Banjar dan Banjarbaru, TNI Bersama Tim Gabungan Bergerak Cepat Lakukan Pemadaman

oleh
oleh

Banjar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Selasa (14/7/2026). Personel TNI bersama BPBD, aparat kepolisian, relawan, dan masyarakat bergerak cepat melakukan upaya pemadaman guna mencegah meluasnya titik api.

Di Kabupaten Banjar, kebakaran terjadi di Jalan Taruna Praja, Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Dalam penanganan kebakaran tersebut, dua personel Babinsa Koramil 1006-06/Martapura turut bergabung bersama 15 personel BPBD Kabupaten Banjar, 15 relawan Tukarang, serta 10 warga setempat untuk melakukan pemadaman. Hingga proses penanganan selesai, pemilik lahan belum diketahui dan tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil.

Sementara itu, di Kota Banjarbaru, kebakaran lahan juga terjadi di Sungai Tiung, RT 27 RW 09, Kecamatan Cempaka. Lahan seluas sekitar 2 hektare yang berada di sekitar permukiman warga berhasil ditangani oleh tim gabungan yang terdiri dari Polsek Cempaka, BPBD Kota Banjarbaru, dan Bhabinkamtibmas. Dalam kejadian tersebut, tidak ditemukan korban jiwa maupun kerugian materiil, sedangkan pemilik lahan masih belum diketahui.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca yang panas serta minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir sehingga memudahkan munculnya titik api. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat memasuki musim kemarau potensi terjadinya Karhutla semakin meningkat.

Melalui sinergi TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat, upaya pemadaman dapat berlangsung dengan aman dan terkendali. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Selain itu, patroli rutin dan sosialisasi pencegahan Karhutla diharapkan terus digencarkan oleh seluruh pihak guna meminimalkan risiko kebakaran selama musim kemarau.(1006).