LAMONGAN — Proses pembangunan dalam program TMMD ke-129 di Desa Tlemang tidak hanya sebatas pekerjaan fisik. Momen sosial yang penuh emosional dan kemanusiaan juga terjadi di tengah aktivitas pembangunan, memperlihatkan satu sisi lain di kawasan pedesaan Lamongan pada Kamis (16/07/2026).
Hari itu, cuaca terik menyengat jalur menuju Balai Desa Tlemang, ketika Mbah Suli berusia 78 tahun berjuang melewati tanjakan curam. Lansia tersebut ingin hadir dalam penyerahan bantuan sembako—salah satu program non-fisik yang dinanti-nantinya dalam TMMD 129.
Ia jelas menunjukkan keterbatasan usia dan fisiknya membuat langkahnya semakin berat. Melihat situasi tersebut, Sertu Trimo dari Satgas TMMD yang tengah berjaga di sekitar lokasi langsung menawarkan bantuan. Dengan ramah, ia menyapa dan menawarkan punggungnya untuk mengangkat Mbah Suli.
Sertu Trimo dengan penuh kehati-hatian menggendong Mbah Suli dan membawanya melewati jalur yang sulit tersebut hingga tiba di Balai Desa Tlemang. “Pertama melihat Mbah Suli kepayahan, hati saya tergerak untuk membantu. Tugas kami adalah membantu dan melindungi masyarakat,” kata Sertu Trimo, yang merasa senang dapat memberikan dukungan.
