Karhutla Muncul di Lahan Kosong Sungai Raya, Babinsa dan Tim Gabungan Bergerak Cepat

oleh
oleh

HULU SUNGAI SELATAN – Tak menunggu api membesar, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1003-05/Sungai Raya bersama Tim Gabungan Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bergerak cepat melakukan pemadaman setelah menerima informasi adanya titik panas (hotspot) di lahan kosong Desa Telaga Langsat, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Selasa (11/8/2026) sore.

Informasi titik api yang diterima melalui aplikasi pemantauan langsung ditindaklanjuti personel yang bersiaga di Posko Karhutla. Dengan membawa sarana dan prasarana pemadaman yang telah disiapkan, tim segera menuju lokasi untuk memastikan api tidak berkembang dan merembet ke kawasan lain.

Setibanya di lokasi, personel gabungan langsung melakukan pemadaman sekaligus pembasahan pada area yang terbakar. Api yang sempat membakar semak belukar berhasil dikendalikan dengan cepat sebelum meluas.

Gerak cepat tersebut menjadi bagian dari upaya antisipasi menghadapi meningkatnya potensi Karhutla selama musim kemarau, terlebih kondisi cuaca yang panas dan kering membuat vegetasi seperti semak belukar sangat mudah terbakar.

Danramil 1003-05/Sungai Raya Kapten Inf Yus Kristali mengatakan, pihaknya bersama jajaran Babinsa terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat sinergi dengan seluruh unsur terkait dalam menghadapi ancaman Karhutla.

“Kami bersama instansi terkait yang tergabung dalam Posko Karhutla selalu siap siaga. Begitu ada informasi mengenai titik api, kami langsung bergerak untuk melakukan pengecekan, pemadaman dan pembasahan agar api tidak membesar maupun meluas,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Upaya pencegahan juga terus dilakukan dengan melibatkan Babinsa di wilayah binaan untuk memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat.

“Cuaca panas dan ekstrem menjadi salah satu pemicu mudahnya terjadi kebakaran, khususnya pada lahan yang banyak ditumbuhi semak belukar. Karena itu, masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.
Kapten Inf Yus Kristali menegaskan, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya Karhutla. Salah satunya dengan tidak membuka atau membersihkan lahan perkebunan menggunakan cara membakar.

“Kami mengimbau masyarakat jangan membuka lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil bisa dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan, apalagi dalam kondisi cuaca panas dan angin yang kencang,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga setiap potensi Karhutla dapat ditangani sedini mungkin.

“Lebih baik mencegah daripada menanggulangi kebakaran yang sudah meluas. Kesiapsiagaan bersama dan kepedulian masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi Karhutla,” pungkasnya.

Respons cepat personel gabungan di Desa Telaga Langsat menjadi bukti kesiapsiagaan dalam menjaga wilayah dari ancaman Karhutla. Dengan penanganan sejak dini, titik api berhasil dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan mengancam lingkungan maupun aktivitas masyarakat.

@pendim1003