Kehadiran Jembatan di Tanjung Karang, Simbol Perhatian Negara

oleh

NUNUKAN – Pembangunan infrastruktur di Kampung Bajau, Desa Tanjung Karang, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menandakan kehadiran negara di kawasan perbatasan. Jembatan yang dibangun di area ini memainkan peran strategis dalam meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat yang telah lama bergantung pada infrastruktur yang ada.

Desa Tanjung Karang berbatasan langsung dengan Malaysia, dan masyarakat di daerah ini banyak yang mengandalkan kehidupan dari sektor pertanian dan perikanan. Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan meningkatkan potensi ekonomi warga.

Pembangunan ini berbasis pada kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang berkomitmen pada pembangunan infrastruktur di pelosok desa. Target pemerintah adalah membangun 5.000 jembatan desa hingga tahun 2026, dan hingga Juli 2026, sekitar 1.000 jembatan sudah selesai dibangun.

TNI Angkatan Darat turut berperan dalam mendukung program ini. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa dalam waktu tiga bulan, sudah ada 300 jembatan gantung perintis yang berhasil dibangun di sejumlah lokasi. Kehadiran jembatan di Kampung Bajau tidak hanya memfasilitasi mobilitas tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.