Apel Siaga Karhutla Digelar di Martapura, Seluruh Unsur Perkuat Sinergi Pencegahan Kebakaran

oleh
oleh

Martapura – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di halaman Kantor BPBD Kabupaten Banjar, Jalan Indrasari No. 8 Martapura, Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 250 peserta tersebut menjadi wujud kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, instansi terkait, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau.

Apel dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, S.STP., M.H. selaku pembina apel, dengan Komandan Upacara Kapten Arm Rusman. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda dan kepala instansi terkait, di antaranya perwakilan Polres Banjar, Basarnas, BMKG, BPBD, Kementerian Agama, para camat, SKPD, serta Personel Kodim 1006/Banjar juga turut mengikuti apel sebagai satu pleton pasukan bersama unsur Polri, Satpol PP, Damkar, PMI, Manggala Agni, Dishub, dan berbagai instansi lainnya.

Dalam amanatnya, Sekda Kabupaten Banjar menyampaikan bahwa berdasarkan Kajian Risiko Bencana Kabupaten Banjar 2024–2029, kebakaran hutan dan lahan masih menjadi ancaman prioritas. Pada tahun 2025 tercatat 61 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar sekitar 189,81 hektare. Hingga Juni 2026 telah terjadi lima kejadian karhutla disertai munculnya sejumlah titik panas (hotspot). Kondisi musim kemarau yang diperkirakan lebih kering pada Juli hingga September 2026 menjadi perhatian serius sehingga diperlukan kesiapsiagaan seluruh pihak.

Ia juga menegaskan bahwa sebagian besar kejadian karhutla dipicu oleh aktivitas manusia. Karena itu masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Penanggulangan karhutla, lanjutnya, hanya dapat berhasil melalui sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, akademisi, media, relawan, dan seluruh elemen masyarakat.

Melalui apel siaga ini, seluruh personel dan peralatan penanggulangan karhutla dipastikan dalam kondisi siap operasional. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan sarana dan prasarana penanganan kebakaran hutan, lahan, serta kekeringan sebagai bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan patroli, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna mencegah dan meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Banjar.(1006).