SIMEULUE – Babinsa Koramil 01/Simeulue Timur Kodim 0115/Simeulue, Korem 012/TU, Sertu David Utomo melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama para nelayan di Desa Suka Jaya, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Rabu (08/07/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus wujud kepedulian Babinsa terhadap masyarakat binaan, khususnya para nelayan yang sehari-hari menggantungkan mata pencaharian dari hasil laut. Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung, Babinsa dapat mempererat hubungan dengan warga sekaligus menyampaikan berbagai pesan penting terkait keselamatan dan pelestarian lingkungan laut.
Dalam kesempatan itu, Sertu David Utomo memberikan motivasi kepada para nelayan agar senantiasa mengutamakan faktor keselamatan saat menjalankan aktivitas melaut. Menurutnya, keselamatan kerja merupakan hal yang tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan keamanan dan keberlangsungan aktivitas para nelayan.
“Kita semua harus selalu waspada dan mengutamakan keselamatan saat melaut. Laut merupakan sumber mata pencaharian masyarakat, tetapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan,” ujarnya.
Selain mengingatkan pentingnya keselamatan, Babinsa juga mengajak para nelayan untuk menjaga kelestarian sumber daya laut agar tetap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Menurutnya, laut merupakan aset yang harus dijaga bersama karena memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat pesisir.
Ia menekankan bahwa pemanfaatan sumber daya laut harus dilakukan secara bijaksana dengan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem. Dengan demikian, hasil laut tidak hanya dapat dinikmati oleh generasi saat ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang.
“Kelestarian laut sangat penting untuk generasi sekarang maupun generasi mendatang. Jangan hanya memikirkan hasil tangkapan hari ini, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan laut,” jelasnya.
Dalam dialog bersama nelayan, Sertu David Utomo juga mengingatkan agar tidak menggunakan metode penangkapan ikan yang merusak ekosistem laut, seperti praktik pengeboman ikan dan cara-cara lain yang dapat merusak habitat biota laut.
“Cara-cara yang tidak baik seperti pengeboman ikan dapat merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang yang sangat penting bagi kelangsungan hidup ikan-ikan. Jika lingkungan laut rusak, maka dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat sendiri,” tegasnya.
Melalui kegiatan komunikasi sosial tersebut, Babinsa berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat nelayan serta meningkatnya kesadaran warga dalam menjaga keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan laut. Dengan demikian, potensi sumber daya perikanan di Kabupaten Simeulue dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.(0115).
