Babinsa Kodim 0115/Simeulue Perkuat Pendampingan Petani pada Tahap Pascapanen Pinang

oleh
oleh

Simeulue – Pemanfaatan hasil perkebunan menjadi salah satu upaya masyarakat dalam menopang perekonomian keluarga. Melihat potensi tersebut, Koptu Ridho Sipayung, Babinsa Posramil Teupah Barat, Kodim 0115/Sml, Korem 012/TU, turut mendampingi petani dalam proses penjemuran buah pinang hasil panen di Desa Maudil, Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue, Selasa (11/08/2026).

Pendampingan dilakukan dengan membantu petani menjemur buah pinang sekaligus memberikan motivasi agar hasil perkebunan dapat dikelola dengan baik hingga siap disimpan maupun dipasarkan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah binaannya.

Koptu Ridho Sipayung mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pertanian dan perkebunan merupakan bagian dari upaya memberikan dukungan kepada warga agar tetap produktif. Menurutnya, proses pascapanen juga perlu mendapat perhatian karena berpengaruh terhadap kualitas hasil perkebunan.

“Kami membantu petani dalam proses penjemuran buah pinang sebagai bentuk pendampingan. Kami juga mengajak petani lainnya memanfaatkan kondisi cuaca yang cukup mendukung untuk menjemur hasil panen,” ujar Koptu Ridho.

Proses penjemuran dilakukan hingga buah pinang mencapai tingkat kekeringan yang cukup sebelum disimpan atau dijual. Penanganan pascapanen yang baik diharapkan dapat menjaga kualitas buah pinang sehingga tetap memiliki nilai jual bagi petani.

Koptu Ridho juga mengingatkan para petani agar memperhatikan proses pengeringan secara bertahap. Buah pinang perlu dijemur hingga benar-benar kering agar lebih aman saat disimpan dan kualitasnya tetap terjaga ketika akan dipasarkan.

Selain membantu pekerjaan petani, kehadiran Babinsa juga dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dengan warga. Melalui interaksi tersebut, Babinsa dapat mengetahui aktivitas serta kondisi ekonomi masyarakat sekaligus mendorong warga untuk terus mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.

“Biasanya proses penjemuran membutuhkan waktu beberapa hari hingga buah pinang benar-benar kering. Setelah itu, hasil panen dapat disimpan atau dijual dalam kondisi yang lebih baik,” jelasnya.

Pendampingan seperti ini diharapkan dapat memberikan semangat kepada petani untuk terus mengelola hasil perkebunan secara optimal. Dengan pengelolaan yang baik mulai dari proses panen hingga pascapanen, komoditas pinang diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut juga mencerminkan peran Babinsa yang tidak hanya hadir dalam aspek pembinaan wilayah dan keamanan, tetapi turut mendorong produktivitas masyarakat melalui pendampingan di bidang pertanian dan perkebunan.(0115).