Ketapang — Dalam upaya mendukung pelestarian budaya lokal serta mempererat kebersamaan dengan warga binaan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1203-14/Jelai Hulu, Koptu Rudi Aryanto, menghadiri undangan kegiatan tradisi adat Mandi Safar Melayu Jelai yang bertempat di wisata alam Riam Permandungan, Desa Riam Danau, Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang. Rabu, (12/08/2026).
Kegiatan tradisi tahunan masyarakat Melayu Jelai ini dihadiri oleh jajaran aparatur desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias mengikuti rangkaian acara ritual adat dan doa keselamatan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Koptu Rudi Aryanto menyampaikan bahwa kehadiran TNI di tengah-tengah kegiatan adat merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya masyarakat dalam merawat dan melestarikan warisan budaya leluhur. Selain itu, tradisi seperti ini menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi serta menjaga persatuan antarwarga.
“Kegiatan Mandi Safar ini mengandung nilai-nilai kebersamaan dan spiritual yang tinggi, di mana masyarakat berkumpul untuk berdoa memohon keselamatan dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Kami dari Koramil 1203-14/Jelai Hulu sangat mendukung pelestarian kearifan lokal ini sebagai bagian dari identitas daerah,” ujar Koptu Rudi Aryanto.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, prosesi ritual adat Mandi Safar di aliran Riam Permandungan, dan dilanjutkan dengan ramah tamah antarwarga.
Melalui kehadiran Babinsa dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan kebudayaan, diharapkan sinergitas serta kemunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Kecamatan Jelai Hulu dapat terus terjalin dengan kokoh.(1006).
