‎Bersama Penyuluh Pertanian, Babinsa Koramil 06/Teluk dalam Cek Kesiapan Alsintan di Wilayah Desa Binaan‎

oleh
oleh

SIMEULUE – Dalam upaya mendukung optimalisasi program ketahanan pangan, Kopda Apriandi, Babinsa Koramil 06/Teluk Dalam, Kodim 0115/Simeulue, Korem 012/Teuku Umar, bersama penyuluh pertanian melakukan pengecekan kesiapan alat mesin pertanian (alsintan) di Desa Bulu Hadik, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue, Jumat (22/05/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian RI yang dikelola oleh Brigade Pangan berada dalam kondisi baik dan siap digunakan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat, mulai dari pengolahan lahan hingga masa panen.

Dalam pengecekan tersebut, sejumlah alat pertanian menjadi fokus pemeriksaan, di antaranya traktor roda dua, traktor roda empat, combine harvester, rotavator, pompa air, serta berbagai peralatan pendukung lainnya. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, fungsi alat, serta kelengkapan operasional agar tidak terjadi kendala saat digunakan di lapangan.

Kopda Apriandi menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan alsintan merupakan bagian dari pendampingan Babinsa terhadap Brigade Pangan di wilayah binaan, yang mencakup seluruh tahapan kegiatan pertanian.

“Kami secara rutin melakukan pengecekan alsintan Brigade Pangan agar selalu dalam kondisi baik. Dengan perawatan dan pengawasan yang maksimal, diharapkan alat-alat ini tidak mudah rusak sehingga dapat mendukung kelancaran aktivitas pertanian dan pada akhirnya meningkatkan hasil produksi petani,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selain pengecekan, Babinsa juga terus memberikan arahan kepada para operator agar selalu merawat dan menggunakan alsintan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Kebersihan dan perawatan alat juga menjadi perhatian penting agar usia pakai peralatan dapat lebih lama.

Menurutnya, tanggung jawab terhadap alsintan tidak hanya berada pada satu pihak, tetapi menjadi kewajiban bersama antara pengelola, operator, dan seluruh pihak yang terlibat dalam Brigade Pangan.

“Penting bagi para operator untuk menjaga dan merawat alsintan sesuai petunjuk penggunaan. Kebersihan dan perawatan rutin juga harus diperhatikan agar alat selalu siap digunakan kapan saja,” tambahnya.

Kegiatan ini disambut positif oleh para penyuluh dan pengelola Brigade Pangan, karena dianggap sangat membantu dalam memastikan kesiapan sarana produksi pertanian di wilayah. Dengan kondisi alsintan yang terawat, diharapkan proses pertanian dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan mendukung peningkatan hasil panen petani di Kabupaten Simeulue.(0115).