Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama unsur TNI dan Polri terus bersinergi guna mengoptimalkan penanganan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan. Komitmen ini ditunjukkan melalui peninjauan langsung ke titik-titik krusial yang memiliki potensi kebakaran tinggi di wilayah Kabupaten Sukamara.
Brigjen TNI Wimoko selaku Danrem 102/Pjg mendampingi Gubernur H. Agustiar Sabran bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai dan Kapolda Kalteng dalam monitoring tersebut. Kehadiran para pimpinan daerah ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril sekaligus mengevaluasi strategi pemadaman yang selama ini diterapkan di lapangan.
Setibanya di lokasi, rombongan langsung memantau operasional Posko Karhutla yang bertempat di Mako Polres Sukamara. Paparan mengenai data teknis kejadian kebakaran selama tahun 2026 menjadi bahan diskusi utama untuk menentukan langkah mitigasi yang lebih efektif di masa mendatang.
Kolaborasi antara BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya dinilai sebagai kunci sukses dalam meminimalisir sebaran asap. Semua pihak sepakat bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat dan stakeholder terkait.
