Sinergi antara aparat teritorial dan instansi pendidikan militer terlihat dalam kegiatan penyuluhan Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur. Komandan Kodim 1015/Sampit melalui perwakilannya turut mendampingi para Pasis Dikreg LVI Sesko TNI saat bertemu dengan warga di Aula Kecamatan Baamang pada Jumat siang.
Kehadiran para perwira tinggi di wilayah tersebut merupakan bagian dari kurikulum pendidikan untuk memetakan potensi kerawanan bencana di daerah. Selain memantau situasi, mereka juga memberikan wawasan strategis kepada masyarakat setempat mengenai tata cara menghindari pemicu kebakaran hutan.
Dalam paparannya, Kolonel Kav. Hendra menjelaskan bahwa asap sisa pembakaran memiliki efek domino yang merugikan banyak sektor, mulai dari transportasi hingga kesehatan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kesehatan paru-paru anak-anak di masa depan bergantung pada kualitas udara yang dijaga sejak sekarang.
Pemerintah daerah dan TNI berharap melalui penyuluhan ini, jumlah titik panas di wilayah Baamang dapat ditekan secara signifikan. Kesadaran warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi poin utama yang terus ditekankan dalam pertemuan tersebut.
