Gerak Cepat Tangani Karhutla, Babinsa Bersinergi dengan Tim Gabungan di Telaga Langsat

oleh
oleh

HULU SUNGAI SELATAN – Kepedulian dan komitmen TNI dalam menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan jajaran Kodim 1003/Hulu Sungai Selatan (HSS). Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1003-01/Telaga Langsat bersama tim gabungan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemadaman dan pembasahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di lahan kosong Desa Masimpan, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten HSS, Minggu (30/8/2026) sore.

Mendapat informasi dari masyarakat maupun melalui aplikasi pemantauan titik api, Babinsa bersama tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) bergerak cepat menuju lokasi.

Setibanya di lokasi, tim langsung berjibaku melakukan pemadaman dan pembasahan pada area yang terbakar. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah api menjalar ke area yang lebih luas serta meminimalisasi dampak terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Danramil 1003-01/Telaga Langsat Kapten Inf Nuryanto menjelaskan, jajaran Kodim 1003/HSS melalui Babinsa di masing masing wilayah binaan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat sinergi bersama seluruh stakeholder dalam menghadapi potensi Karhutla.

“Kesiapsiagaan terus kami tingkatkan dengan bersinergi bersama stakeholder melalui posko posko yang telah terbentuk. Sehingga ketika mendapatkan informasi adanya titik api, personel dapat segera bergerak melakukan upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap informasi terkait kemunculan titik api, baik yang terpantau melalui aplikasi maupun laporan masyarakat, akan segera ditindaklanjuti oleh Babinsa bersama tim gabungan.

“Setiap adanya informasi munculnya titik api, baik yang terpantau melalui aplikasi maupun laporan masyarakat, Babinsa bersama tim gabungan langsung melakukan aksi pemadaman sebagai upaya mencegah kebakaran meluas,” tuturnya.

Dari kejadian tersebut, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 500 meter persegi. Dalam peristiwa tersebut tidak ditemukan adanya korban jiwa.

Tidak hanya melakukan pemadaman, Babinsa bersama tim gabungan juga melaksanakan patroli di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi Karhutla. Kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya serta dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan perkebunan dengan cara membakar. Selain berpotensi menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan, tindakan tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas masyarakat.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan, akan diberikan tindakan dan sanksi sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku,” tegasnya.

Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, relawan, dan masyarakat menjadi kunci dalam upaya pencegahan serta penanggulangan Karhutla. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat penyampaian informasi, setiap kemunculan titik api diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

@pendim1003