Kebersamaan Satgas TMMD Kodim 1618/TTU Mempercepat Pembangunan RKB di Wilayah Perbatasan

oleh

Kefamenanu, NTT – Pada hari Sabtu, 21 Februari 2025, suasana di area perbatasan Desa Sunkaen, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU dipenuhi semangat pengabdian yang kuat. Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1618/TTU berkolaborasi dengan komunitas setempat untuk mempercepat pembangunan empat Ruang Kelas Baru (RKB) di SMAN Bikomi Nilulat. Dalam upaya ini, mereka menerapkan metode estafet tanah, yang memungkinkan mereka untuk bergantian dalam mengangkat dan memindahkan material guna mempercepat proses perataan teras bangunan.

Kekompakan terlihat jelas saat tanah dipindahkan dari tangan ke tangan, di mana setiap gerakan cangkul dan ember yang terangkat menjadi simbol tekad kolektif untuk memberikan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi masa depan di wilayah perbatasan. Proses perataan teras ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa bangunan yang akan dibangun memiliki struktur yang kokoh, aman, dan nyaman untuk digunakan.

Personel Satgas dan warga setempat bekerja tanpa henti, tanpa memandang perbedaan, dengan fokus pada tujuan mulia mempercepat pembangunan demi masa depan anak-anak di Bikomi Nilulat. Sinergi antara TNI dan masyarakat ini menjadi pendorong utama untuk menyelesaikan pembangunan tepat waktu.

Program TMMD ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 1618/TTU tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga bertujuan membangun semangat kebersamaan dan rasa kepemilikan di kalangan masyarakat. Keterlibatan aktif warga dalam setiap tahap pekerjaan menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan adalah tanggung jawab bersama untuk menciptakan generasi yang cerdas dan berdaya saing.

Melalui kerja keras dan kolaborasi yang solid, Satgas TMMD Kodim 1618/TTU menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan wilayah perbatasan. Kegiatan ini membuktikan bahwa dari kebersamaan dan gotong royong, muncul harapan besar untuk masa depan pendidikan yang lebih baik di tapal batas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *