KETAPANG – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Ketapang terus diperkuat. Kodim 1203/Ketapang menggerakkan jajaran Koramil bersama unsur gabungan untuk melakukan pemadaman, pendinginan hingga patroli di kawasan yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
Upaya tersebut melibatkan personel TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, unsur terkait lainnya serta masyarakat. Mereka secara bersama-sama melakukan penanganan di lapangan sekaligus memantau kemungkinan munculnya titik api baru, Kamis (10/9/2026).
Komandan Kodim 1203/Ketapang, Letkol Inf Zulkarnaen Galib, S.H., mengatakan kesiapsiagaan jajaran terus ditingkatkan, terutama dalam merespons setiap laporan mengenai munculnya titik api. Kecepatan penanganan dinilai penting agar api tidak berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
“Seluruh jajaran kami instruksikan untuk terus meningkatkan kewaspadaan, melakukan deteksi dini dan segera bergerak apabila ditemukan titik api. Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dan sinergi semua pihak agar api dapat segera dikendalikan,” tegas Dandim.
Tantangan di lapangan tidak ringan. Cuaca panas, tiupan angin, kondisi lahan gambut yang kering serta keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan secara berulang. Personel gabungan tetap melakukan penyiraman dan pendinginan untuk memastikan bara api, termasuk yang berada di bawah permukaan lahan, tidak kembali menyala.
Di sisi pencegahan, jajaran Kodim 1203/Ketapang juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Patroli dan pemantauan kawasan rawan dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin apabila terdapat indikasi kebakaran.
Dandim mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut berperan dalam mencegah Karhutla. Laporan masyarakat mengenai keberadaan titik api dinilai dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum kebakaran berkembang semakin luas.
“Penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI, Polri maupun pemerintah daerah. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga hutan dan lahan, jangan membuka lahan dengan cara membakar. Cegah Karhutla demi keselamatan masyarakat, kesehatan dan kelestarian lingkungan,” pungkas Dandim.(1203)
