ACEH BARAT – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0105/Aceh Barat ibarat jembatan harapan yang menghubungkan kebutuhan rakyat dengan sentuhan nyata negara. Kamis (26/2/2026), jembatan itu kembali diperkuat melalui kunjungan Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI AD di Desa Pasi Aceh, Kecamatan Woyla.
Kunjungan tersebut dipimpin Kolonel Inf Budi Handoko bersama rombongan, didampingi Danrem 012/Teuku Umar Kolonel Inf Windarto dan Dansatgas TMMD Letkol Inf S. Kembaren. Kehadiran mereka bukan sekadar meninjau bangunan, tetapi memastikan denyut program benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Di Posko Taktis, Ketua Tim Wasev menegaskan bahwa pengawasan bukan sekadar formalitas, melainkan alat ukur agar setiap sasaran fisik maupun non fisik berjalan tepat waktu, tepat guna, dan tepat administrasi. Ia menekankan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat seperti RTLH, MCK, dan Manunggal Air Bersih harus benar-benar memberi manfaat langsung.
Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil menyampaikan bahwa TMMD menjadi akselerator pembangunan pedesaan. Menurutnya, sinergi antara TNI dan pemerintah daerah telah melahirkan energi kolektif untuk mempercepat kesejahteraan warga.
Dalam paparannya, Dansatgas Letkol Inf S. Kembaren menjelaskan bahwa pembangunan jalan, RTLH, MCK, TPT, wingwall, serta sumur bor menjadi tulang punggung sasaran fisik, sementara penyuluhan dan pembinaan menjadi ruh dari sasaran non fisik. Hasilnya mulai terasa—mobilitas hasil kebun lancar, akses warga terbuka, dan roda ekonomi berputar lebih ringan.
Usai paparan, rombongan turun langsung meninjau lokasi pembangunan serta menyerahkan tali asih kepada masyarakat kurang mampu. Kehadiran mereka seakan menegaskan bahwa TMMD bukan hanya tentang bangunan, tetapi tentang membangun kehidupan.(0105).
