Lamongan, — Ungkapan lama “berat sama dijinjing, ringan sama dipikul” bukan hanya sekadar kalimat hiasan. Di tengah era yang semakin mengutamakan individualisme, nilai-nilai luhur ini terus dipupuk dan dikuatkan melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Kodim 0812 Lamongan, khususnya di Desa Tlemang.
Program yang menggabungkan TNI dan masyarakat ini telah terbukti menjadi sumber inspirasi bagi semangat gotong royong. Bukan hanya mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, tetapi TMMD juga berfungsi sebagai ajang konkret untuk menyatukan empati, sinergi, dan persatuan di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaan TMMD, pembangunan fasilitas publik seperti jalan antar-desa, jembatan, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), dan penyediaan air bersih dilakukan secara bersama-sama. Semua elemen, mulai dari prajurit TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat, berkontribusi dalam menyediakan logistik, tenaga, dan ide-ide pembangunan.
“TMMD bukan hanya sekedar membangun fisik, tetapi yang terpenting adalah menghidupkan kembali semangat saling membantu. Ketika masyarakat dan prajurit bekerja sama mengangkut material di bawah terik matahari, di situlah rasa persaudaraan terbentuk,” jelas Komandan Satgas TMMD ke-129, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.
Kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam TMMD memberikan beragam manfaat, seperti:
1. **Aksesibilitas dan Ekonomi**: Mempermudah mobilitas hasil pertanian dan kegiatan ekonomi.
2. **Ketahanan Sosial**: Memperkuat solidaritas dengan budaya kerja bakti.
3. **Kemanunggalan TNI-Rakyat**: Menegaskan kembali hubungan erat TNI dengan rakyat.
Kehadiran TMMD adalah harapan baru bagi masyarakat desa. Kehangatan saat prajurit tinggal di rumah warga dan berbagi hidangan sederhana menjadi simbol persatuan. Beban pembangunan yang terasa berat kini menjadi lebih ringan jika dikerjakan bersama.
Dengan semangat “berat sama dijinjing, ringan sama dipikul”, TMMD akan terus menjadi pendorong pembangunan. Selama nilai ini dijaga, kemajuan Indonesia tak hanya terwujud secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual.
