Bangli – Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Tionghoa yang merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026 (Tahun Kuda Api), Babinsa Koramil 1626-04/Kintamani bertugas melakukan monitoring dan pengamanan dalam kegiatan persembahyangan di wilayah Kecamatan Kintamani pada Selasa (17/02/2026).
Pengamanan tersebut difokuskan di beberapa Konco (klenteng) yang berada di Kecamatan Kintamani. Secara keseluruhan, pelaksanaan persembahyangan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
Beberapa lokasi persembahyangan yang terpantau meliputi: Konco Kuam Im, yang berada di Desa Langgahan, Kecamatan Kintamani, di mana kegiatan persembahyangan dilakukan secara bergiliran oleh sekitar ±200 umat yang dipimpin oleh I Putu Mudarta dari Konco Kwam Kong di Pura Penyagjagan, Desa Catur. Mengingat suasana kedukaan akibat meninggalnya salah seorang warga Desa Catur, tidak dilaksanakan persembahyangan secara bersama.
Lokasi lainnya adalah Konco Censen di Desa Adat Kembangsari, Desa Satra, Kecamatan Kintamani, dengan peserta sekitar ±70 orang yang dipimpin oleh Putu Sutama/Kuok Min di Kuburan Cina Desa/Kecamatan Kintamani. Sementara itu, di Pura Dalem Balingkang, Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani, persembahyangan juga dilakukan secara bergiliran dengan sekitar ±100 umat yang dipimpin oleh Putu Gede Yoling Parama Jaya, dan di Pura Ulun Danu Batur, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, juga dilaksanakan bergiliran dengan jumlah ±150 orang dipimpin oleh Mangku Candra.
Perayaan Tahun Baru Imlek kali ini dilaksanakan secara mandiri dalam setiap Konco maupun di rumah umat, tanpa adanya perayaan terpusat. Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Arm I Gede Arya Girinatha Utama, memberikan apresiasi atas situasi aman yang terjaga selama ibadah. “Kami dari Kodim 1626/Bangli berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap kegiatan keagamaan guna memberikan rasa aman dan nyaman. Momentum Imlek ini menggambarkan kuatnya toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di wilayah Bangli, khususnya di Kecamatan Kintamani,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, aparat desa, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis,” tambahnya. (Pendim 1626/Bangli)
