‎Sinergi TNI dan Berbagai Pihak, Apel Siaga Karhutla Digelar di Jejangkit Timur

oleh
oleh

‎BARITO KUALA – Menyambut datangnya musim kemarau yang berpotensi memicu peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), digelar Apel Siaga Personel dan Peralatan Penanggulangan Karhutla di Lapangan Apel PT Palmina Utama, Desa Jejangkit Timur, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala. Pada Kamis (18/06). Kegiatan ini menjadi bentuk kesiapsiagaan bersama antara instansi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

‎Apel siaga tersebut dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain Direktur PT Julong Group Rahmad, perwakilan Kapolres Kabupaten Banjar Iptu Khemi, perwakilan Kapolres Kabupaten Barito Kuala Iptu Hadi, Kapolsek Jejangkit, Cintapuri, dan Simpang Empat Kabupaten Banjar, Danramil Cintapuri, Simpang Empat, serta Danpos Ramil Jejangkit Peltu Haris Santo. Turut hadir pula perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Barito Kuala dan Banjar, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Selatan, serta Kelompok Tani Peduli Api. Apel diikuti oleh ratusan personel yang terdiri dari petugas keamanan, regu pemadam kebakaran, staf perusahaan, petugas damkar, dan tenaga administrasi.

‎Dalam sambutannya selaku pengambil apel, Direktur PT Julong Group Rahmad menyampaikan bahwa kolaborasi lintas pihak menjadi kunci utama dalam mengantisipasi bencana karhutla. “Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan kerugian dari sisi ekonomi dan lingkungan, tetapi juga berdampak luas terhadap aspek sosial, terutama mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kami berkomitmen terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk meminimalkan risiko terjadinya kebakaran,” ujarnya.

‎Sejalan dengan hal tersebut, Danpos Jejangkit Peltu Haris Santo menegaskan bahwa apel ini diselenggarakan bukan hanya untuk menunjukkan kekuatan peralatan, melainkan untuk memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. “Apel ini bertujuan mempersiapkan kesiapan personel, materiil, dan peralatan secara maksimal agar dapat merespons dengan cepat dan tepat apabila terjadi titik api. Kami menyadari bahwa pencegahan jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan melakukan pemadaman saat api sudah meluas. Oleh sebab itu, kami mendorong seluruh jajaran untuk aktif berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas terkait, hingga kelompok tani di lapangan dalam melakukan pengawasan dan penyuluhan,” ungkapnya.

‎Lebih lanjut, Peltu Haris Santo juga mengingatkan agar keselamatan kerja selalu menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan. “Bagi seluruh tim penanggulangan bencana, faktor keamanan pribadi harus tetap diperhatikan, baik saat melaksanakan patroli rutin maupun saat melakukan upaya pemadaman. Jangan terburu-buru tanpa perhitungan yang matang demi mencegah terjadinya kecelakaan kerja,” tambahnya.

‎Kegiatan apel siaga ditutup dengan penyerahan bantuan alat perlengkapan penanggulangan kebakaran kepada Kelompok Tani Peduli Api di Desa Alalak Padang Kabupaten Banjar dan Desa Jejangkit Timur Kabupaten Barito Kuala. Penyerahan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan masyarakat sebagai garda terdepan dalam pengawasan dan pencegahan karhutla di tingkat lapangan.(1005).