Strategi Menangani Perang Kognitif Melalui Peningkatan Literasi Digital di Masyarakat

oleh

BANDUNG — Kemajuan di bidang teknologi digital serta kecerdasan buatan (AI) memberikan tantangan baru bagi masyarakat. Meskipun terdapat kemudahan dalam mendapatkan dan menyebarkan informasi, ada bahaya di balik itu yang meliputi manipulasi informasi yang dapat mengubah pola pikir individu.

Poin ini menjadi inti perhatian dalam acara bedah buku yang diselenggarakan oleh Brigjen TNI Agus Bhakti, Kepala Staf Kodam (Kasdam) III/Siliwangi, dengan judul Perang Kognitif: Eskalasi Digital, Demonstrasi, dan Demokrasi Indonesia 2025.

Acara ini berlangsung di Vue Palace, Artotel Curated, Bandung, pada Kamis (15/10/2026) dan dihadiri oleh banyak kalangan akademisi, mahasiswa, serta pengamat isu pertahanan. Diskusi tersebut bertujuan untuk menggali lebih dalam tema yang relevan dalam konteks digital saat ini.

Dalam penyampaian materinya, Agus Bhakti menekankan bahwa literasi adalah kunci utama untuk melindungi masyarakat dari perang kognitif yang marak di dunia digital. Dengan kapasitas literasi yang baik, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada terhadap berbagai informasi, baik yang benar maupun yang palsu.