Sujud Bersama: Harmoni Satgas TMMD dan Warga Tlemang

oleh

Lamongan,- Di tengah aktifitas pembangunan infrastruktur di Desa Tlemang, terdapat sebuah pengalaman yang menyentuh. Ketika azan Maghrib menggema menembus udara desa yang tenang, anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terlihat berjalan berdampingan dengan para warga menuju masjid, menghapus jejak keringat dari kerja keras mereka dengan seragam berlumpur untuk melaksanakan sholat berjamaah.

Ruang masjid dipenuhi dengan suasana tenang dan khusyuk. Tak ada batasan antara prajurit dan penduduk setempat. Mereka berdiri berdampingan dalam saf yang tertata, menyatukan doa dan harapan di bawah satu atap yang sama. Momen tersebut menegaskan keberadaan Satgas di Tlemang bukan hanya sekadar fisik yang membangun, tetapi juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari komunitas desa.

“Kemanunggalan antara TNI dan rakyat kami cetak dalam praktik hari ke hari. Saat rukuk dan sujud bersamaan dengan jemaah, di situlah rasa persaudaraan terjalin dengan tulus,” ungkap Danstgas TMMD Tlemang. “Ibadah berjamaah ini memberikan kami revitalisasi semangat setelah seharian bersinergi di lapangan.

Kehangatan persahabatan ini terasa bagi masyarakat Desa Tlemang. Saat menunaikan salam, interaksi tidak selesai begitu saja. Senyum, jabat tangan yang mantap, serta percakapan ringan di teras masjid menjadi bagian dari keseharian mereka. Mbah Sukio, seorang figur kunci dalam masyarakat, mengekspresikan rasa syukurnya, “Tentara yang membantu kami begitu ramah dan bersahaja. Di pagi hari mereka bekerja membangun jalan, di sore harinya menjadi imam dan jemaah di masjid. Desa kami kini menjadi lebih hidup dan damai,” ucapnya penuh emosi.

Melalui pengalaman spiritual yang mendalam ini, program TMMD berhasil mengukir jaringan yang kuat antara masyarakat dan prajurit. Proyek ini tidak hanya mengubah infrastruktur, tetapi juga menanamkan rasa persaudaraan yang kekal di hati setiap warga Desa Tlemang.