Barito Kuala – Era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar dan cepat di segala bidang kehidupan, yang menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi keutuhan dan jati diri bangsa. Menjawab hal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barito Kuala menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Pembinaan Ideologi Pancasila di Era AI: Jadilah Pengguna Cerdas, Bijak dan Berbasis Nilai Luhur Karakter Bangsa”, yang berlangsung di Aula Selidah Kabupaten Barito Kuala, pada Senin (18/05).
Kegiatan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman dan ketahanan ideologi bangsa ini menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, yaitu Pasi Pers Kodim 1005/Barito Kuala, Kapten Cke (K) Hannah, serta perwakilan dari Polres Barito Kuala, AKP Saifudin. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Barito Kuala, Muh. Azis, jajaran Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Duta Pancasila Purna Paskibra (DPP), Calon Paskibraka Kabupaten Barito Kuala Tahun 2026, serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari lingkungan Badan Kesbangpol dan Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Kuala.
Dalam paparannya selaku narasumber, Kapten Cke (K) Hannah menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat kita melupakan jati diri dan nilai-nilai luhur yang menjadi landasan berbangsa dan bernegara. Ia menjelaskan, kehadiran teknologi kecerdasan buatan ibarat pisau bermata dua, yang bisa memberikan manfaat luar besar untuk kemajuan, namun juga berisiko menjadi sarana yang merusak jika tidak digunakan dengan kendali dan kesadaran yang tinggi.
“Di tengah derasnya arus kemajuan teknologi dan informasi saat ini, tantangan yang kita hadapi semakin beragam. Batas-batas antarnegara seolah menjadi hilang, dan berbagai pengaruh asing masuk dengan sangat mudah. Di sinilah peran pemahaman yang kuat tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan menjadi sangat penting, agar kita tidak hanyut dan kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia,” ujar Kapten Hannah di hadapan para peserta.
Lebih lanjut ia menyampaikan, Pancasila bukan sekadar semboyan atau hafalan belaka, melainkan pandangan hidup dan nilai dasar yang harus menjadi landasan dalam setiap tindakan, termasuk saat kita berinteraksi dan memanfaatkan kemajuan teknologi. “Menjadi pengguna cerdas dan bijak di era digital ini artinya kita mampu memanfaatkan segala kemudahan yang ada untuk hal-hal yang positif, produktif, dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain, namun tetap memegang teguh prinsip-prinsip yang ada dalam Pancasila. Jangan sampai kemajuan teknologi membuat kita lupa akan etika, norma, dan karakter luhur bangsa yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Teknologi adalah alat bantu, bukan pengganti dari akal budi dan hati nurani kita yang berlandaskan nilai kebangsaan,” tegasnya.
Kapten Hannah juga menyoroti peran strategis generasi muda sebagai garda terdepan dalam menghadapi dan memanfaatkan perkembangan zaman ini. Sebagai kelompok yang paling dekat dan akrab dengan teknologi, pemuda memegang peran kunci untuk menjaga agar kemajuan tersebut tidak merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa.
“Kepada para calon Paskibraka, duta Pancasila, dan seluruh generasi muda yang hadir di sini, kalianlah yang akan menjadi pelanjut tonggak sejarah bangsa ini. Di tangan kalianlah masa depan Barito Kuala dan Indonesia berada. Maka dari itu, wawasan kebangsaan harus terus diperkuat di dalam diri kalian, sehingga ketika kalian menggunakan teknologi, kalian tahu batasannya, paham resikonya, dan selalu mengedepankan kepentingan bangsa di atas segalanya. Jadilah agen perubahan yang membawa kemajuan, namun tetap kokoh berdiri di atas pondasi nilai-nilai Pancasila,” tambahnya dengan penuh semangat.
Ia juga menegaskan bahwa sinergitas antarinstansi seperti yang terjalin dalam kegiatan ini merupakan bukti komitmen bersama untuk menjaga dan memperkuat ketahanan ideologi bangsa di tengah masyarakat, terlebih di tengah tantangan teknologi yang kian kompleks. “Pihak TNI khususnya Kodim 1005/Barito Kuala akan terus mendukung dan berperan aktif dalam pembinaan ideologi dan karakter bangsa, karena ini adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan negara. Kita ingin memastikan bahwa di mana pun berada, masyarakat kita, khususnya generasi penerus, memiliki benteng yang kokoh, sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol, Muh. Azis, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran dan partisipasi aktif dari seluruh peserta serta narasumber. Ia berharap materi yang disampaikan dapat dipahami, diamalkan, dan disebarluaskan kepada lingkungan masing-masing. “Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman kita semua, terutama para pemuda dan aparatur negara, agar memiliki wawasan yang luas dan pandangan yang jernih dalam menghadapi perubahan zaman. Dengan berpegang pada Pancasila, kita yakin bangsa ini akan tetap berdiri tegak dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kemajuan bersama,” ujar Muh. Azis.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung secara interaktif, di mana peserta tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, serta aktif bertukar pandangan terkait tantangan dan peluang menjaga identitas bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Diharapkan, setelah kegiatan ini, seluruh peserta dapat menjadi pelopor dan teladan dalam menggunakan teknologi dengan cara yang cerdas, bijak, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur karakter bangsa Indonesia.(1005).
